Sabtu, 19 November 2016

dan sekarang semua menjadi fana
hilang ditelan masa
kau tak akan pernah melihat keluhku
dijadikan kebodohan dalam ketidaktahuan
ingin ku hapus sendiri keluhku
karena kau begitu berharga
aku terima kebodohan ini
kujadikan angin yang tak pernah berlalu

Jumat, 22 Juli 2016

Tidak Patut Diperjuangkan

Entah harus ditimpa berapa kali lagi oleh penolakanmu
Agar tersadar, kamu tak patut diperjuangkan
Memberi jarakpun tak berpengaruh
Nanti saat kamu kembali, semua rindu yang aku simpan
Tidak sengaja terhempas menghampirimu

Dan pada akhirnya
Memberi jarak,
Menahan rindu, pun
Membuang waktu ku

Mungkin harus sepenuhnya pergi
Agar terbiasa dengan ketidakhadiranmu
Agar rinduku lupa pada tuannya
Mungkin tidak apa-apa meski harus terluka

Senin, 27 Juni 2016

Butuh Liburan


Berjalan sendu
Sang Senja menemani
Suara ombak bergerumuh pelan
Aku selami
Lebih dalam
Lebih menenangkan

Ah,
Aku pikir
Entah kapan aku bisa

Minggu, 26 Juni 2016

Rindu


Langit sedang menangis sendu
Jam terus menuntun berharap bertemu senja
Bayangmu tiba-tiba hadir
Aku rindu mendengar detak jantungmu
Aku rindu didekap tubuhmu

Kamu dimana?

Sabtu, 25 Juni 2016

Tak dibutuhkan lagi


Ah,
Aku lupa
Kamu datang
Saat aku dibutuhkan

Setelah itu,
Hilang tak nampak
Terciumpun tidak

Ya,
Kamu

Jumat, 24 Juni 2016

Tanpamu


Senja berpijar kala ingatan menghampiri
Langit redup kala tangis menghampiri
beribu kalipun dunia berotasi
Aku tak peduli

Aku bahagia
Walau tanpa hadirmu
Walau tanpa senyummu
Walau tanpa sajak kecilmu

Kita semua,
Pernah menjadi kembang api
Ditahun baru seseorang

Terbang,
Melayang,
Menyala,
Meredup,
Kemudian selesai.

By: karizuniqe

Kamis, 23 Juni 2016

Tak mudah memang membaca dirimu
Seperti mencoba melihat dalam kegelapan
Diberi cahayapun kamu hembuskan
Senyum kecut kamu gambarkan

Tersadar, kamu memberi jarak
Tersadar, kamu meruntuhkannya
Entah aku harus berjalan kemana
Entah aku harus berhenti dimana

Senin, 20 Juni 2016

Tak habis pikirku kau senyata ini
Rusak sudah oleh sepenggal kalimatmu
Menahan pilupun aku tak mampu
Menciut keberanianku

Entah harus dihempas berapa kali agar tersadar
Kau jahat
Sayang...

Jumat, 17 Juni 2016

Kecemasan Dalam Pelarian

Berpapasan dengan sedikit cemas menuntunku untuk berlabuh
Berlabuh pada ujung kesetiaanmu
Berlabuh pada kedalaman ukiran wajahmu
Mengibaratkan hangatnya senyumanmu

Kecemasanku pudar oleh gelagat tawamu
Aku rindu pada hidup penuh artimu
Semakin dalam...
Semakin lekat ingatan hadirmu

Tak terasa gelap pun tiba mengganggu
Dan ditengah pelarianku, terlalu banyak rindu

Perusak

Renunganmu membuyarkan lamunanku
Bimbangmu menghancurkan kenyataanku
Khawatirmu menggoyahkan teguhku
Celakanya semua hanya angan
Habis tertelan masa

Sang waktu menyadarkanku
Berevolusipun tak akan kau sadari
Habis dikotori si hitam
Aku tak dibutuhkan

Untuk apa lagi memalsukan kepedulian?
Tak puaskah kau merusak?

Rabu, 15 Juni 2016

Berkecamuk dalam otak ku
Entah harus mengeluarkan yang mana
Entah harus melepaskan yang mana

Sehina itukah pengakuanku?
Aku hanya butuh kelenggangan hatimu
Mungkin saja bisa menenangkan
Menenangkan keingininanku

Setidaknya dengarkan saja goresanku
Aku tak butuh seribu balasanmu
Aku hanya ingin didengar
Biar aku sendiri yang menentukan

Selasa, 14 Juni 2016

Teriak dalam diam

Berteriakpun tak mungkin kau dengar
Sedikitpun tak kau hiraukan
Tak bisakah kau dengar?
Apakah aku ada?

Otak ku terus berotasi
Memikirkan semua hal yang diluar nalar
Tangispun sudah enggan diterima
Sungguh bodoh, aku terlalu egois

Lalu aku harus apa?
Haruskah aku bertahan dalam berontak?
Sampai kapan?
Aku lelah bersembunyi
Aku lelah berteriak dalam diam

Senin, 13 Juni 2016


Bukan mau ku terus bermain secara logika
Aku memaksa

Mengingatmu dalam tulisan
Menahanku untuk berbisik dalam hati
Tanganku memaksa untuk bergerak

Kamu hanya tulisan
Hanya terucap dalam logikaku
Tak berani ku ucap dalam hati

Aku tau
Aku bermain secara logika agar aku tidak jatuh
Aku tidak ingin jatuh lagi
Jatuh dalam pelukan sesaatmu


Iblis


remuk sudah raga
buat iblis berkelana kesisi hati
berontak dalam hati
terdiam dalam tingkah
tersenyum dalam perih



lalu...
haruskah aku memakai topeng
agar aku bisa melangkah bersamamu?
aku tak semunafik itu.


Kepalanmu


aku tak sanggup membuka kepalanmu.
tak bisakah kau renggangkan?
sedikit saja, aku ingin mencoba membukanya.


Jumat, 10 Juni 2016

Egois

Tak apa bukan egois sejenak?
Aku ingin ada
Ada dalam setiap rindumu