Senin, 27 Juni 2016
Butuh Liburan
Berjalan sendu
Sang Senja menemani
Suara ombak bergerumuh pelan
Aku selami
Lebih dalam
Lebih menenangkan
Ah,
Aku pikir
Entah kapan aku bisa
Minggu, 26 Juni 2016
Rindu
Langit sedang menangis sendu
Jam terus menuntun berharap bertemu senja
Bayangmu tiba-tiba hadir
Aku rindu mendengar detak jantungmu
Aku rindu didekap tubuhmu
Kamu dimana?
Sabtu, 25 Juni 2016
Tak dibutuhkan lagi
Ah,
Aku lupa
Kamu datang
Saat aku dibutuhkan
Setelah itu,
Hilang tak nampak
Terciumpun tidak
Ya,
Kamu
Jumat, 24 Juni 2016
Tanpamu
Senja berpijar kala ingatan menghampiri
Langit redup kala tangis menghampiri
beribu kalipun dunia berotasi
Aku tak peduli
Aku bahagia
Walau tanpa hadirmu
Walau tanpa senyummu
Walau tanpa sajak kecilmu
Kamis, 23 Juni 2016
Senin, 20 Juni 2016
Jumat, 17 Juni 2016
Kecemasan Dalam Pelarian
Berpapasan dengan sedikit cemas menuntunku untuk berlabuh
Berlabuh pada ujung kesetiaanmu
Berlabuh pada kedalaman ukiran wajahmu
Mengibaratkan hangatnya senyumanmu
Kecemasanku pudar oleh gelagat tawamu
Aku rindu pada hidup penuh artimu
Semakin dalam...
Semakin lekat ingatan hadirmu
Tak terasa gelap pun tiba mengganggu
Dan ditengah pelarianku, terlalu banyak rindu
Berlabuh pada ujung kesetiaanmu
Berlabuh pada kedalaman ukiran wajahmu
Mengibaratkan hangatnya senyumanmu
Kecemasanku pudar oleh gelagat tawamu
Aku rindu pada hidup penuh artimu
Semakin dalam...
Semakin lekat ingatan hadirmu
Tak terasa gelap pun tiba mengganggu
Dan ditengah pelarianku, terlalu banyak rindu
Perusak
Renunganmu membuyarkan lamunanku
Bimbangmu menghancurkan kenyataanku
Khawatirmu menggoyahkan teguhku
Celakanya semua hanya angan
Habis tertelan masa
Sang waktu menyadarkanku
Berevolusipun tak akan kau sadari
Habis dikotori si hitam
Aku tak dibutuhkan
Untuk apa lagi memalsukan kepedulian?
Tak puaskah kau merusak?
Rabu, 15 Juni 2016
Berkecamuk dalam otak ku
Entah harus mengeluarkan yang mana
Entah harus melepaskan yang mana
Sehina itukah pengakuanku?
Aku hanya butuh kelenggangan hatimu
Mungkin saja bisa menenangkan
Menenangkan keingininanku
Setidaknya dengarkan saja goresanku
Aku tak butuh seribu balasanmu
Aku hanya ingin didengar
Biar aku sendiri yang menentukan
Selasa, 14 Juni 2016
Teriak dalam diam
Berteriakpun tak mungkin kau dengar
Sedikitpun tak kau hiraukan
Tak bisakah kau dengar?
Apakah aku ada?
Otak ku terus berotasi
Memikirkan semua hal yang diluar nalar
Tangispun sudah enggan diterima
Sungguh bodoh, aku terlalu egois
Lalu aku harus apa?
Haruskah aku bertahan dalam berontak?
Sampai kapan?
Aku lelah bersembunyi
Aku lelah berteriak dalam diam
Sedikitpun tak kau hiraukan
Tak bisakah kau dengar?
Apakah aku ada?
Memikirkan semua hal yang diluar nalar
Tangispun sudah enggan diterima
Sungguh bodoh, aku terlalu egois
Haruskah aku bertahan dalam berontak?
Sampai kapan?
Aku lelah bersembunyi
Aku lelah berteriak dalam diam
Senin, 13 Juni 2016
Bukan mau ku terus bermain secara logika
Aku memaksa
Mengingatmu dalam tulisan
Menahanku untuk berbisik dalam hati
Tanganku memaksa untuk bergerak
Kamu hanya tulisan
Hanya terucap dalam logikaku
Tak berani ku ucap dalam hati
Aku tau
Aku bermain secara logika agar aku tidak jatuh
Aku tidak ingin jatuh lagi
Jatuh dalam pelukan sesaatmu
Iblis
remuk sudah raga
buat iblis berkelana kesisi hati
berontak dalam hati
terdiam dalam tingkah
tersenyum dalam perih
Kepalanmu
aku tak sanggup membuka kepalanmu.
tak bisakah kau renggangkan?
sedikit saja, aku ingin mencoba membukanya.
Jumat, 10 Juni 2016
Langganan:
Komentar (Atom)