Berteriakpun tak mungkin kau dengar
Sedikitpun tak kau hiraukan
Tak bisakah kau dengar?
Apakah aku ada?
Otak ku terus berotasi
Memikirkan semua hal yang diluar nalar
Tangispun sudah enggan diterima
Sungguh bodoh, aku terlalu egois
Lalu aku harus apa?
Haruskah aku bertahan dalam berontak?
Sampai kapan?
Aku lelah bersembunyi
Aku lelah berteriak dalam diam
Sedikitpun tak kau hiraukan
Tak bisakah kau dengar?
Apakah aku ada?
Memikirkan semua hal yang diluar nalar
Tangispun sudah enggan diterima
Sungguh bodoh, aku terlalu egois
Haruskah aku bertahan dalam berontak?
Sampai kapan?
Aku lelah bersembunyi
Aku lelah berteriak dalam diam
Seneng baca tulisan sampean. Majasnya itu kena. Kenapa ga di ungkapin ke orangnya aja toh
BalasHapusKalo diungkapin ga dapet ide buat nulis lagi dong hahahaha
HapusBisa,nanti tulisan nya jadi ga galau lagi :p. Untuk apa bersembunyi dalam ketidakpastian wkwkwk
HapusHaha tp ini nulisnya ga lg galau juga sih. Cuma mengingat lalu dituangkan menjadi kalimat
HapusKayanya dari puisi puisi yang ditulis, mengingat pada masa lalu ya. Wkwkwk
BalasHapusKayanya dari puisi puisi yang ditulis, mengingat pada masa lalu ya. Wkwkwk
BalasHapusGa semuanya tentang masa lalu, ada yg skrg lg dirasain kok hahaha
Hapus